Source: bing.comTasyakur adalah sikap syukur dan rasa terima kasih yang diungkapkan kepada Allah atas nikmat yang diberikan-Nya. Dalam Islam, tasyakur merupakan bagian dari ibadah yang harus dilakukan oleh setiap muslim. Tasyakur juga merupakan wujud dari keimanan dan ketaqwaan seseorang kepada Allah.
Makna Tasyakur
Tasyakur berasal dari bahasa Arab yaitu “syakara” yang berarti bersyukur atau mengakui nikmat. Dalam Al-Qur’an, tasyakur diartikan sebagai bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya. Setiap nikmat yang diberikan oleh Allah harus dianggap sebagai bentuk ujian dan kebaikan dari-Nya.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 152, Allah berfirman:
“…maka bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al-Baqarah:152)
Artinya, setiap manusia harus bersyukur kepada Allah dan tidak mengingkari nikmat-Nya.
Tasyakur dalam Kehidupan Sehari-hari
Tasyakur dapat dilakukan setiap saat dan dalam segala hal. Sikap syukur seharusnya tidak hanya dilakukan saat mendapatkan nikmat besar, tetapi juga nikmat kecil seperti rasa lapar yang terpenuhi dengan makanan yang tersedia atau mendapatkan tempat duduk di kendaraan umum yang penuh.
Tasyakur juga dapat dilakukan dalam situasi sulit, seperti saat terkena musibah atau mengalami kegagalan. Dalam hal ini, seseorang harus tetap bersyukur dan menganggapnya sebagai cara Allah untuk menguji keimanan dan kesabaran.
Selain itu, tasyakur juga dapat dilakukan dengan memberikan sedekah dan bersedekah kepada orang yang membutuhkan. Dengan bersedekah, seseorang dapat memperlihatkan rasa syukur dan rasa terima kasih kepada Allah atas nikmat yang diberikan.
Manfaat Tasyakur
Tasyakur memiliki banyak manfaat, antara lain:
- Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah
- Meningkatkan rasa syukur dan rasa terima kasih
- Meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan hidup
- Meningkatkan kepercayaan diri dan optimisme
- Meningkatkan kerendahan hati dan menjaga akhlak
Tasyakur dalam Al-Qur’an
Tasyakur termasuk dalam ajaran Islam dan disebutkan dalam beberapa ayat dalam Al-Qur’an, antara lain:
“Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu dialah yang akan terputus keturunannya.” (QS. Al-Kautsar:1-3)
Ayat ini menyatakan bahwa Allah telah memberikan banyak nikmat kepada manusia, sehingga manusia harus bersyukur dengan mendirikan shalat dan berkurban.
Apa Bedanya Tasyakur dan Hamdalah?
Tasyakur dan hamdalah sering kali dianggap sama, tetapi sebenarnya keduanya memiliki perbedaan. Hamdalah berarti memuji dan mengagungkan Allah, sedangkan tasyakur berarti bersyukur dan memberikan rasa terima kasih kepada Allah atas nikmat yang diberikan.
Dalam Al-Qur’an, hamdalah disebutkan dalam beberapa surat seperti Al-Fatihah ayat 1-2 dan Al-An’am ayat 1. Sedangkan tasyakur disebutkan dalam surat Al-Naml ayat 19 dan banyak surat lainnya.
Kesimpulan
Tasyakur adalah sikap bersyukur dan rasa terima kasih yang diungkapkan kepada Allah atas nikmat yang diberikan. Tasyakur dapat dilakukan setiap saat dan dalam segala hal, serta memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Tasyakur juga termasuk dalam ajaran Islam dan disebutkan dalam Al-Qur’an. Dengan melakukan tasyakur, seseorang dapat meningkatkan keimanan, ketaqwaan, dan kesabaran dalam menghadapi segala ujian hidup.
