Source: bing.comFilsafat Pancasila adalah pandangan hidup berdasarkan pada nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Filsafat Pancasila tidak hanya berisi tentang prinsip-prinsip dasar Pancasila, tetapi juga mencakup berbagai aspek kehidupan dan kebudayaan masyarakat Indonesia.
Sejarah Filsafat Pancasila
Sejarah Filsafat Pancasila dimulai pada saat kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Pada saat itu, para tokoh bangsa memikirkan tentang konsep dasar negara untuk Indonesia yang baru merdeka. Setelah melalui berbagai perdebatan, akhirnya Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.
Namun, pengertian Pancasila sebagai dasar negara pada waktu itu belum sepenuhnya jelas. Oleh karena itu, pada tahun 1947, Presiden Soekarno merintis pembentukan lembaga yang kemudian dikenal sebagai Badan Pekerja Majelis Permusyawaratan Rakyat (BP MPR) yang bertugas menggali makna yang lebih dalam dari Pancasila sebagai dasar negara.
Pada tahun 1966, BP MPR berhasil menyusun suatu konsep yang disebut “Trisakti” yang terdiri dari tiga asas utama yaitu politik, ekonomi, dan sosial-budaya. Konsep Trisakti ini kemudian menjadi dasar filsafat Pancasila yang lebih utuh dan menyeluruh.
Nilai-nilai dalam Filsafat Pancasila
Filsafat Pancasila mengandung lima nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila, yaitu:
- Ketuhanan Yang Maha Esa
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
- Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Nilai-nilai ini menjadi prinsip dasar dalam pembentukan dan pembangunan negara Indonesia yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa.
Manfaat Filsafat Pancasila bagi Masyarakat Indonesia
Filsafat Pancasila memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia, yaitu:
- Sebagai pandangan hidup yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur.
- Sebagai alat untuk memperkokoh keutuhan bangsa dan negara.
- Sebagai landasan dalam pembangunan nasional.
- Sebagai pedoman dalam berpolitik dan bernegara.
- Sebagai sarana untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.
Kritik terhadap Filsafat Pancasila
Meskipun Filsafat Pancasila dianggap sebagai pandangan hidup yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia, namun tidak sedikit pula yang mengkritisi pandangan hidup ini. Beberapa kritik yang sering dilontarkan antara lain:
- Penerapan nilai-nilai Pancasila di masyarakat masih kurang efektif.
- Pancasila cenderung menjadi slogan kosong yang tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
- Pancasila cenderung dipolitisasi dan digunakan untuk kepentingan politik tertentu.
Kesimpulan
Filsafat Pancasila merupakan pandangan hidup yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Filsafat ini mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi dasar dalam pembentukan dan pembangunan negara Indonesia. Meskipun sering dikritisi, namun Filsafat Pancasila tetap menjadi landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
