Apa Itu Apriori? – Konsep, Contoh dan Keuntungan

Contoh Apriori AlgorithmSource: bing.com

Jika Anda seorang pelaku bisnis atau seorang pengembang aplikasi, maka Anda mungkin perlu mengetahui tentang konsep yang dikenal sebagai Apriori. Apriori adalah sebuah algoritma yang digunakan dalam data mining. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara detail tentang Apriori, dan bagaimana itu dapat membantu Anda dalam bisnis Anda.

Pengertian Apriori

Apriori adalah sebuah konsep dalam data mining yang digunakan untuk menemukan hubungan antara berbagai item dalam sebuah dataset. Konsep tersebut pertama kali diperkenalkan oleh R. Agrawal dan R. Srikant pada tahun 1994. Algoritma Apriori secara khusus digunakan dalam analisis market basket, di mana kita mencoba untuk menemukan hubungan antara produk-produk yang dibeli oleh pelanggan.

Bagaimana Apriori Bekerja?

Algoritma Apriori bekerja dengan cara mencari setiap kemunculan itemset atau subset dalam dataset. Kemudian, ia menghitung frekuensi setiap itemset dan hanya mempertahankan itemset yang memenuhi batasan minimum support. Batasan minimum support adalah jumlah minimum kemunculan itemset dalam dataset untuk dianggap sebagai itemset yang penting.

Setelah itemset yang penting telah ditemukan, Apriori memeriksa kemunculan itemset yang lebih besar dengan cara menggabungkan itemset yang lebih kecil. Kemudian dilakukan penghitungan frekuensi kembali dan hanya itemset yang memenuhi batasan minimum support yang dipertahankan.

Proses ini dilakukan berulang kali hingga tidak ada lagi itemset yang dapat dihasilkan atau tidak memenuhi batasan minimum support.

Contoh Apriori

Contoh paling umum dari penggunaan Apriori adalah pada analisis market basket, di mana kita mencoba untuk menemukan asosiasi antara produk-produk yang dibeli oleh pelanggan. Misalnya, jika kita menemukan bahwa ketika seseorang membeli roti, mereka sering juga membeli mentega, itu menunjukkan adanya asosiasi antara kedua produk tersebut.

Berikut adalah contoh dataset yang terdiri dari kebiasaan pembelian pelanggan di toko kelontong:

[Roti, Susu, Telur]

[Roti, Susu, Mentega]

[Roti, Susu]

[Roti, Mentega]

[Susu, Mentega]

[Susu, Telur]

[Telur, Mentega]

Dari dataset di atas, kita dapat menghitung frekuensi setiap itemset:

[Roti] = 4

[Susu] = 4

[Mentega] = 4

[Telur] = 2

[Roti, Susu] = 3

[Roti, Mentega] = 2

[Susu, Mentega] = 2

[Telur, Mentega] = 1

Dari sini, kita dapat menentukan batasan minimum support. Misalnya, jika kita memilih batasan minimum support sebesar 50%, maka hanya itemset dengan frekuensi 2 atau lebih yang akan digunakan. Dalam contoh ini, kita akan mempertahankan itemset berikut:

[Roti] = 4

[Susu] = 4

[Mentega] = 4

[Roti, Susu] = 3

Dari itemset-itemset tersebut, kita dapat menemukan asosiasi antara produk-produk. Misalnya, kita dapat melihat bahwa roti dan susu sering dibeli bersama, dan kita dapat merekomendasikan produk tersebut untuk dijual bersamaan di toko.

Keuntungan menggunakan Apriori

Ada beberapa keuntungan dalam menggunakan Apriori untuk analisis market basket:

  • Memperluas pengetahuan tentang produk yang dibeli pelanggan
  • Mengidentifikasi asosiasi yang mungkin tidak terlihat tanpa analisis data
  • Meningkatkan penjualan dengan merekomendasikan produk yang relevan

Secara umum, Apriori dapat membantu Anda dalam memahami data Anda dan mengambil keputusan yang lebih baik dalam bisnis Anda.

Related video of Apa Itu Apriori? – Konsep, Contoh dan Keuntungan