Source: bing.comPaternalistik merupakan sebuah istilah yang sering digunakan dalam dunia bisnis dan organisasi, terutama di Indonesia. Istilah ini mengacu pada sebuah gaya kepemimpinan yang berfokus pada pengambilan keputusan oleh pemimpin atau atasan, tanpa melibatkan karyawan atau bawahan secara aktif dalam proses pengambilan keputusan. Apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, istilah ini sering disebut sebagai paternalistic.
Asal Usul Paternalistik
Paternalistik pertama kali muncul pada abad ke-19 di Eropa, terutama di negara-negara seperti Inggris, Prancis, dan Jerman. Model kepemimpinan ini pada awalnya digunakan dalam konteks keluarga, dimana seorang ayah sebagai kepala keluarga dianggap memiliki otoritas penuh dalam mengatur kehidupan keluarga.
Kemudian, model kepemimpinan ini mulai diterapkan dalam konteks organisasi dan bisnis. Pada awalnya, model ini dianggap efektif karena mampu menciptakan stabilitas dan harmoni dalam organisasi. Namun, seiring berjalannya waktu, model kepemimpinan ini mulai menuai kritik karena dianggap kurang demokratis dan kurang efektif dalam menghadapi tantangan yang kompleks di era modern.
Ciri-Ciri Model Kepemimpinan Paternalistik
Beberapa ciri-ciri dari model kepemimpinan paternalistik antara lain:
- Pemimpin memiliki otoritas penuh dalam mengambil keputusan
- Pemimpin cenderung menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan tanpa melibatkan bawahan
- Pemimpin dianggap sebagai figur yang bijaksana dan dihormati oleh bawahan
- Pemimpin cenderung menyediakan perlindungan dan kesejahteraan bagi bawahan
- Pemimpin cenderung mengambil sikap protektif terhadap bawahan
Kelebihan dan Kekurangan Model Kepemimpinan Paternalistik
Setiap model kepemimpinan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari model kepemimpinan paternalistik:
Kelebihan
- Terbentuknya hubungan yang harmonis antara pemimpin dan bawahan
- Bawahan merasa aman dan dilindungi oleh pemimpin
- Terjaga stabilitas dan keteraturan dalam organisasi
- Terhindar dari konflik dan perselisihan antara bawahan
Kekurangan
- Tidak adanya partisipasi dari bawahan dalam pengambilan keputusan
- Menekankan kepatuhan dan ketergantungan pada pemimpin
- Tidak mampu menghadapi tantangan yang kompleks dan dinamis di era modern
- Membatasi kreativitas dan inovasi dari bawahan
Contoh Aplikasi Model Kepemimpinan Paternalistik
Beberapa contoh dari penerapan model kepemimpinan paternalistik antara lain:
- Perusahaan tradisional di Indonesia yang masih menerapkan sistem hierarki dan otoritas penuh dari atasan
- Kepala suku atau pemimpin adat yang dianggap sebagai figur yang bijaksana dan dihormati oleh anggota suku
- Organisasi yang berbasis keagamaan atau filantropi yang lebih mengutamakan kesejahteraan anggotanya daripada keuntungan finansial
Kesimpulan
Model kepemimpinan paternalistik telah ada sejak abad ke-19 dan masih digunakan hingga saat ini, terutama di Indonesia. Model ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks, tergantung pada kebutuhan dan karakteristik organisasi tersebut.
